Posko Ka-jimanteb di Sampang

Desember 14, 2008 at 11:48 am Tinggalkan komentar

Sampang-Pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Ka-Ji) mengaku kecewa dengan putusan MK yang hanya mengabulkan sebagian permohonan mereka atas sengketa Pilgub Jatim.

Dikatakan, MK seharusnya langsung menetapkan pasangan Ka-Ji sebagai pemenang Pilgub Jatim dengan menghapus atau mengalihkan perolehan suara di Bangkalan, Sampang dan Pemekasan yang menurut MK sendiri telah terbukti dilakukan dengan penuh kecurangan dan pelanggaran.

“Bahkan MK telah menyebut dalam amar putusan bahwa pelanggaran dan kecurangan tersebut terjadi secara sistematis, terstruktur dan massif yang dengan sendirinya telah mempengaruhi hasil akhir perolehan suara. Nah, dari sini kami menilai seharusnya tak perlu coblosan ulang atau hitung ulang. Langsung saja suara di-delete (hapus) atau dialihkan ke Ka-Ji,” kata Khofifah usai acara peresmian Posko Ka-Ji di Jl Wahid Hasyim 22, Sampang, Minggu (14/12).

Memang dalam putusan MK nomor 41/PHPU.D-VI/2008, disebutkan beberapa pertimbangan mahkamah. Salah satunya adalah tidak menghitung perolehan suara di Bangkalan dan Sampang serta Pamekasan. Bahkan dalam pertimbangan lainnya suara Karsa di Bangkalan dialihkan ke Ka-Ji.

“Mahkamah dapat menentukan bahwa seluruh perolehan suara pasangan Karsa di Bangkalan yang dipandang diperoleh secara tidak sah, diperhitungkan dalam perolehan suara Ka-Ji dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Provinsi Jawa Timur,” demikian bunyi salah satu pertimbangan MK dalam putusannya.

Untuk itu, sambung Khofifah, pihaknya telah meminta tim hukum Ka-Ji untuk segera mengadukan persoalan ini ke DPR RI, agar meminta MK untuk konsekuen dengan temuannya di persidangan.

“Kalau MK bilang telah terjadi pelanggaran yang ekstrim, ya putusannya harus ekstrim. Apalagi MK menyebut bahwa menurut penilaian mahkamah, bukti-bukti surat dan keterangan saksi-saksi yang diajukan oleh pemohon (Ka-Ji) tidak dapat terbantahkan kebenarannya. Kalau memang begitu, putusannya juga harus tegas,” urai Khofifah.

Apalagi kata Khofifah, dalam putusannya MK juga menilai bahwa pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan Karsa bukan semata pelanggaran dan kecurangan biasa. Tapi pelanggaran terhadap konstitusi (UUD 1945) .”Lha iya lho. Coba baca dengan teliti putusan MK, ditulis di situ bahwa apa yang terjadi dalam Pilgub Jatim kemarin, telah nyata melanggar konstitusi, pasal 18 ayat 4 UUD 1945 dan pasal 22E ayat 1 UUD 1945. Itu yang ngomong MK lho, bukan saya,” tandasnya.

Khofifah juga menegaskan, meskipun dirinya siap menghadapi coblosan ulang di Bangkalan dan Sampang, namun dirinya tetap berharap MK konsekwen dengan apa yang ditemukan di persidangan, dan apa yang sudah ditulis dalam pertimbangan mahkamah. Bahwa, sebenarnya tidak perlu coblosan ulang di Bangkalan dan Sampang. Langsung pemenangnya Ka-Ji.

Iklan

Entry filed under: berita, jawa timur, ka-ji, ka-jimanteb, mahkamah konstitusi, MK, pilkada, poltik, quick count, Uncategorized. Tags: .

PKB Sampang Dukung Kaji Pemimpin Muda Paling Berpengaruh 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: