Lagi, Ka-Ji Didzolimi

Januari 21, 2009 at 5:14 am Tinggalkan komentar

BANGKALAN Coblosan ulang Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) di Kab. Bangkalan dan Sampang, Madura, yang digelar Rabu (21/1) pagi ini, diwarnai aksi pendzoliman terhadap calon gubernur (cagub) Khofifah Indar Parawansa. Sehari menjelang coblosan, beredar selebaran menjelek-jelekkan pasangan cagub Khofifah Indar Parawansa- Mudjiono (Ka-Ji). Bahkan polisi berhasil menangkap salah satu pelaku penyebaran pamflet bergambar Ka-ji dengan latar belakang gambar salib itu. Selebaran sejenis juga pernah beredar saat pilgub putaran kedua di Madura.

Pelaku penyebaran pamflet yang diringkus polisi adalah Saiful Anwar (48). Dari tangan warga Jalan Cokro Aminoto Bangkalan itu polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 16 pamflet Ka-Ji bergambar salib dan lem.

Saat diperiksa polisi, Saiful mengaku disuruh oleh seseorang menyebarkan pamflet black campaign itu dengan imbalan Rp 20 ribu. Dia dibayar Rp 20 ribu untuk menempelkan pamflet-pamflet tersebut,kata Kasatreskrim Polres Bangkalan, Iptu Sulaiman, Selasa (20/1) kemarin.

Dijelaskan Sulaiman, pelaku ditangkap saat menempelkan poster Ka-Ji di depan Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan, pukul 02.00 dini hari. TKP-nya di Ponpes KH Abdullah,katanya.

Dalam kasus ini, lanjut Sulaiman, polisi menjerat pelaku dengan pasal 310 ayat 2 tentang menista dengan surat. Ancamannya 1,4 tahun penjara, ujar Sulaiman.

Selain itu, ada pula selebaran yang seolah-olah berisi pengakuan Khofifah tentang kondisi rumah tangganya. Dalam selebaran kampanye hitam itu ditulis pernyataan palsu Khofifah yang isinya, Demi Allah saya tidak pernah merebut suami orang…!! karena saya sebagai istri kedua, demi Allah sampai sekarang saya tidak pernah menyuruh mas Indar Parawansa menceraikan mbak zul, istri pertamanya

Saya berani bersumpah di hadapan kyai-kyai ….!! Demi Allah Cawagub Saya Pak Mudjiono bukan orang Kristen. Memang benar bahwa Pak Mudjiono bukan orang Islam. Beliau pemeluk agama kejawen/aliran kepercayaan. Pilih Kami! pasangan pemimpin yang paling sempurna…..perpaduan Islam dan non-Islam menuju Jatim Bangkit

Menanggapi hal itu, Khofifah mengatakan, apa yang ada dalam selebaran itu semua tidak ada yang benar. Selebaran itu jelas motifnya ingin memojokkan Ka-Ji.

Untuk sebuah proses demokrasi seperti ini, black campaign seperti itu sangat murahan sekali,ungkapnya.

Sedang soal poster Ka-Ji yang ada gambar salibnya, kata dia, hal itu sudah beredar sejak putaran pertama dan kedua lalu. Poster itu sekarang beredar lagi, ungkapnya.

Karena itu Ketua Umum Muslimat NU ini mengajak semua pihak untuk berpolitik secara santun. Marilah kita bangun demokrasi di Indonesia dengan santun. Mari kita tinggalkan cara-cara kotor yang tak mencerdaskan masyarakat, katanya

Dihubungi terpisah Ketua KPU Bangkalan, Jazuli Nur Lc, mengaku sangat menyesalkan adanya black campaign yang mendzolimi Ka-Ji tersebut. Secara resmi Paswas Kabupaten belum memberikan laporan kepada KPU. Tetapi memang ada selentingan yang mengatakan kalau ada black campaign saat masa tenang, dan kita sangat menyesalkan hal itu, karena bagaimana pun pelanggaran tidak akan lolos dari jerat hukum dalam penyelengaraan Pilkada ini, baik oleh penyelenggara maupun oleh masing-masing tim sukses pasangan calon,kata Jazuli.

Untuk itu KPU mengimbau kepada semua pihak agar mematuhi aturan main Pilgub. Saya mengimbau marilah kita hormati aturan main itu supaya mendapat simpati dari masyarakat pemilih, kata Jazuli.

Saksi Ditolak

Bukan hanya itu Ka-Ji didzolimi di Bangkalan. Saksi pasangan Khofifah-Mudjiono di Baipajung, Tanah Merah, Bangkalan, tanpa alasan jelas tiba-tiba ditolak PPS setempat.

Berdasarkan laporan yang masuk, saksi kami, Ka-Ji di Baipajung Tanah Merah, ditolak oleh PPS. Ini aneh, kok ada demokrasi macamnya seperti ini.

Katanya, karena saksi Ka-Ji gak ada rekomendasi dari kepala desa, kata Khofifah di posko Ka-Ji Bangkalan, Selasa (20/1).

Khofifah menyesalkan praktik-praktik kecurangan seperti itu. Sebab, katanya, kasus seperti itu sudah sempat terjadi di Baipajung. Putaran kedua lalu, ada TPS yang suara Ka-Ji kosong dan golput juga kosong di Baipajung,katanya.

Jika masalah tersebut dibiarkan, katannya, suara Ka-Ji bisa dicuri dengan mudah. Marilah kita bangun demokrasi ini dengan santun. Demokrasi kok begitu. Kalau begitu caranya, pasti menimbulkan masalah baru,ungkapnya.

Money Politics

Ka-Ji juga dikepung money politics di berbagai tempat. Selasa kemarin pukul 17.00 di Dusun Brembeng Desa Taman Sareh ditemukan Buchori telah membagikan uang Rp 10.000 kepada masyarakat untuk nyoblos KarSa. Pukul 16.00, anggota PPS atas nama Nahrowi membagikan undangan di Dusun Leknende Desa Banjar Tambulu Camplong Sampang disertai foto KarSa. Selasa pukul 20.00, diketahui Subaidi dari Diknas Sampang membagikan uang Rp 10.000 di Jl. Suhada Gg 2 Kelurahan Dalpenang.

PPP Laporkan Fuad

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak akan tinggal diam atas pelanggaran yang dilakukan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, yang secara terang-terangan kampanye untuk KarSa. Bila Pengawas Pemilu Kabupaten Bangkalan masih diam, PPP akan melaporkan ke tingkatan yang lebih tinggi, yakni tingkat propinsi atau pusat.

Bupati itu kan aparat pemerintahan. Tentu kita akan melaporkan ulah pejabat negara yang melanggar aturan, tegas Wakil Sekjen DPP PPP Romy Romahurmuzi saat dihubungi Duta, Selasa (20/1) kemarin.

Romi, yang juga koordinator wilayah Jatim, mengatakan, pada prinsipnya setiap pelanggaran terhadap undang-undang tidak boleh dibiarkan. Aparat pemerintah harus patuh terhadap kode etik. Setiap kode etik yang dilanggar harus diproses sesuai hukum. Proses hukum harus ditindaklanjuti. Kita akan serius menangani pelanggaran ini. Secara persis tim advokasi akan mempelajari kasus tersebut secara matang, imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Romy membagi cerita tentang peluang Ka-Ji pada coblosan ulang hari ini. Romy menjanjikan akan ada kejutan terhadap hasil pilgub di 2 kabupaten tersebut. Dia menyebutkan, dari safari yang dilakukannya, Ka-Ji dapat membalikkan posisi hingga memenangkan Pilgub Jatim. Kemungkinan di Bangkalan masih kalah. Sementara di Sampang, Ka-Ji peluang menang sangat besar, paparnya.

Iklan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , .

Kapolda Temukan 4 Pemilih di Bawah Umur Di Kartu Pemilih Berusia 19 dan 23 Tahun !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: