Skandal DPT & Lelapnya LSM-Akademisi Jatim

Maret 27, 2009 at 4:46 am 3 komentar

Terungkapnya kecurangan pada Pilgub Jatim berupa manipulasi daftar pemilih tetap (DPT) membuat publik terperangah. LSM, aktivis, akademisi, dan pengamat politik di Jakarta pun ramai-ramai menggugat kecurangan yang diduga terstruktur, sistematis, dan masif tersebut. Bahkan mereka menerbitkan buku dan menggelar diskusi serta seminar membedah kasus tersebut. Namun hingga saat ini belum ada LSM, akademisi dan pengamat politik Jatim yang berkomentar. Ada apa?

KASUS dugaan rekayasa DPT pada coblosan ulang Pilgub Jatim di Bangkalan dan Sampang pertama kali diungkapkan oleh pasangan cagub Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Ka-Ji) setelah di Bangkalan dan Sampang timnya menemukan banyak kecurangan, mulai dari kasus banyaknya pemilih di basis-basis Ka-Ji tidak mendapat surat undangan mencoblos atau C-6 hingga ditemukannya anak-anak yang melakukan coblos keliling.

Awalnya banyak pihak yang tak percaya dengan temuan tim Ka-Ji itu. Bahkan, karena kembali membawa kasus itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan lantang bicara di media, Khofifah dan pasangannya Mudjiono dianggap tak legowo menerima kekalahan. Tidak sedikit pula media massa Jatim yang ikut-ikutan menuding Ka-Ji gila jabatan. Tajuk di sejumlah media pun meminta Khofifah agar menerima kekalahan.

Alasannya, Pilgub Jatim telah memakan banyak biaya karena terjadi sampai tiga putaran. Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang menang pun ikut bicara. Sikap Ka-Ji yang ingin menegakkan keadilan dinilainya telah menghabiskan uang negara. Padahal, andai Pilgub Jatim berjalan fair tentu tak akan ada gejolak dari pihak yang kalah.

Dalam berbagai kesempatan, Khofifah dan pasangannya Mudjiono mengatakan, kasus rekayasa DPT Pilgub Jatim harus dibongkar demi masa depan demokrasi di Indonesia. Ketua Umum Muslimat NU ini khawatir kecurangan itu akan terjadi lagi pada Pemilu 9 April dan Pilpres Juli 2009. Dan, itu berarti kecelakaan demokrasi di Indonesia pasca lengsernya rezim Orde Baru.

Khofifah sangat yakin, kasus yang sama akan terjadi, jika apa yang terjadi di Bangkalan dan Sampang dibiarkan. Ini bukan soal kalah dan menang, tapi kebenaran harus ditegakkan. Jangan sampai ini terjadi lagi pada Pemilu 2009. Saya menduga ini adalah modus kecurangan yang didesain secara nasional, ungkapnya kepada Duta, kemarin.

Merasa perjuangannya di Jatim menghadapi banyak kendala Ka-Ji dan timnya pun bergerak di Jakarta. Satu per satu, ketua umum partai diberitahu soal bahaya kecurangan pada Pemilu 2009. Ka-Ji juga mengunjungi banyak redaksi media massa di Jakarta. Ia membeber berbagai dugaan kecurangan yang ada.

Meski mendapat sambutan hangat, kadang Ka-Ji dan timnya masih dituding tak legowo. Rupanya tak semua pihak yang didatangi percaya seratus persen dengan apa yang diungkapkan Ka-Ji. Namun, tak ada kata menyerah bagi Khofifah. Pilgub Jatim boleh berlalu, tapi kasusnya harus dibongkar untuk mencegah hal yang sama terulang di masa mendatang.

Hanya Kresnayana

Dan apa yang diungkapkan Kofifah bukan isapan jempol beaka. Publik nasional baru tersentak kaget ketika mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Surjadi Sumawiredja bicara blak-blakan soal apa sebenarnya yang terjadi pada Pilgub Jatim. Selain menegaskan adanya rekayasa DPT pada Pilgub Jatim, Herman juga kecewa dengan aparat penegak hukum yang tak netral. Pada saat masih menjabat sebagai Kapolda Jatim, Herman telah menetapkan Ketua KPU Jatim, Wahyudi Purnomo sebagai tersangka kasus DPT. Namun, setelah dia dicopot, Mabes Polri dan Kapolda Jatim yang Baru, Irjen Pol Anton Bachrul Alam menganulir penetapan status tersangka tersebut. Kepolisian merilis, bahwa belum ada tersangka pada kasus DPT.

Pengakuan Herman itu memancing reaksi dari banyak kalangan. Mulai dari LSM, akademisi, dan pengamat politik, hingga kalangan parpol di Jakarta, mendukung Herman dan meminta kasus DPT Pilgub Jatim dituntaskan, apalagi diduga kuat modus kecurangan yang sama rawan terjadi pada Pileg dan Pilpres.

Kini, tak ada lagi yang bicara Khofifah dan Mudjiono tak legowo. Orang baru sadar, bahwa keterlibatan anak-anak saat coblosan memang ada. Bahkan saksinya, adalah Irjen Pol Herman sendiri pada saat masih menjabat sebagai Kapolda meninjau langsung coblosan ulang pilgub tersebut.

Begitu pula dengan manipulasi DPT, apa yang diungkapkan Ka-Ji memang benar. Sekarang mau bilang apa, Pak Herman saja mengakui kecurangan itu, ungkap Khofifah.

Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S. Bakry mengatakan, lembaganya tahu betul soal kasus kecurangan Pilgub Jatim. Bahkan, soal dugaan manipulasi DPT itu telah diketahuinya jauh hari sebelum mantan Kepolda Herman mengungkapkan ke publik.  Saya tahu, apa yang terjadi di Jatim, kata Umar dalam bedah buku Tragedi Pilkada Jatim, di Jakarta.

Anehnya, keterlibatan anak-anak saat coblosan, dugaan rekayasa DPT, dan keterlibatan birokrasi di Jatim tak membuat kalangan LSM, akademisi dan pengamat politik Jatim berbicara lantang soal itu. Hanya pakar statistik Kresnayana Yahya saja yang berani bicara soal kecurangan itu, sejak dirinya menemukan kekalahan pasangan Ka-Ji yang tak normal pada putaran kedua.

Ini aneh sekali, LSM dan akademisi di Jatim kok tidur lelap. Mulai dari dulu sampai sekarang gak ada yang berkomentar. Padahal Jatim selama ini dikenal cukup dinamis. Ada apa kok diam semua? kata Khofifah.

Belakangan, kasus rekayasa DPT mencuat menjadi isu nasional. Apa yang diyakini Khofifah benar. DPT Pemilu di berbagai daerah belum jelas. Modusnya sama persis dengan kasus DPT di Bangkalan dan Sampang, yaitu nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan berbagai modus lainnya. Lalu akankah LSM, akademisi, dan pengamat politik di Jatim hanya diam saja? Ada apa?

Lapor Carter Center

Dari Lamongan, Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU juga mengaku dirinya sempat disarankan beberapa teman agar melapor ke Fair Election Divisi di PBB dan Carter Center untuk menindaklanjuti temuan kasus DPT Pilgub Jatim.

Tapi, saya masih mempercayakan kepada parpol pendukung saya selama ini, katanya setelah membuka peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-63 di Asrama Haji Lamongan, Jawa Timur, Kamis kemarin.

Oleh karena itu, mantan Cagub Jatim itu mengingatkan semua partai politik (parpol) untuk mewaspadai manipulasi DPT dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

Jangan sampai kasus Sampang dan Bangkalan (Madura) terulang dalam Pemilu dan Pilpres, katanya.

Menurut dia, dengan terungkapnya kasus dugaan manipulasi DPT pada Pemilihan Gubernur Jatim 2008 oleh mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S. Sumawiredja, hendaknya menjadi pelajaran terkait kepentingan publik, bukan hanya kepentingan parpol.

Masyarakat akan bisa menilai sendiri, mana yang salah dan benar. Tim saya menemukan DPT fiktif sebanyak 500 ribu pada Pilgub Jatim yang lalu, katanya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengimbau anggota Muslimat NU tidak golput (golongan putih atau tidak memilih), namun menggunakan hak pilih untuk memilih kader-kader muslimat yang maju sebagai caleg DPRD II, DPRD I, dan DPR RI.

Acara itu juga dihadiri Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Departemen Pertanian Zainal Bachrudin untuk meresmikan outlet pertanian Muslimat NU, serta dihadiri sejumlah kiai.

Iklan

Entry filed under: berita, jawa timur, ka-ji, ka-jimanteb, Kar-sa, Karsa, mahkamah konstitusi, MK, pilkada, politik, poltik, quick count, Uncategorized. Tags: , , , , , .

Kapolda Berprestasi Itu Nyaris Diseret Provost Kasus DPT Fiktif Diambil Alih Mabes

3 Komentar Add your own

  • 1. dir88gun  |  Maret 28, 2009 pukul 2:51 am

    assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang…
    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Balas
  • 2. redaksi  |  Maret 28, 2009 pukul 3:58 pm

    DPT MENGGELEMBUNG = PEMILU BY DESIGN

    Kalau kita merenung agak sejenak, dalam waktu yang senggang, akan tergambar dalam layar ingatan kita, betapa jelas dan terang lukis kejanggalan penggelembungan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Sebut saja Ali, Dia tetangga terdekatku. Rumah kita bersebelahan berbatas tembok setinggi 2 1/2 meter. Kami tinggal disebuah kota kecil. Ali, nama yang cukup terkenal di kampungku. Warga masyarakat mengenal Ali sebagai simpatisan partai politik. Ali sangat getol meneriakkan suara partainya. Dimanapun ia berada selalu berjalan gagah menjadi magnet pembicaraan orang.

    Begitu pula dalam penyusunan DPT. Ali bak magnet bagi pembuatnya. PPK menyebut 2 kali nama Ali. Ali masuk di DPT TPS 1 dan Ali DPT TPS 2.

    Dengan demikian tanpa harus melalui jalan yang berliku-liku, karena DPT ganda Ali bebas melampiaskan pilihannya. Dengan 10 jari Ali bisa mencontreng di 2 TPS berbeda.

    Inilah salah satu contoh kecurangan. KaLau sudah begini, akankah kita diam seribu basa seakan-akan tidak terjadi sesuatu??!!

    Pemilu Indonesia by design.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Balas
  • 3. Nick  |  April 7, 2009 pukul 9:27 am

    Assalamu’alaiku Wr Wb

    LSM, aktivis, akademisi, dan pengamat politik di Jawa Timur bukan tidur lelap….. tapi ditidurkan, dinina bobokkan…..
    atau seperti anak kecil yang ditakut-takuti, atau memang mereka PENAKUT….
    atau lagi, mungkin tuli….. buta juga…..

    enggak siihh… mereka itu menurut saya tidak ada rasa peduli sedikitpun dengan yang terjadi pada Pilgub Jawa Timur.

    lengkap sudah rasa ketidakpercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap proses Demokrasi…

    ya akhirnya… Golput…????? kenapa tidak.. di Pileg 2009.

    Wassalam….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: